Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Dharma Pendidikan Kompasiana MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Teknologi Informasi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Perekonomian Indonesia KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Umum Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia # # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

About Me »

My Photo
A lecturer at institutions of higher education teacher, I want to develop methods and models of technology-based learning and information. I am motivated to new knowledge, such as the Internet and a growing online business is extraordinary. For that advice and constructive criticism and information about science from friends means a lot to me. My vision of "simplicity in life and can share knowledge on others" let us "think globally act locally"

Sponsor Link »

My Blog Feeds »

  • A family is everything to me, my wive and daughters is a spirit in my life, without them life is nothing, I'll miss you...
  • the girls are very funny, they are the spirit of life, when I'm tired they always cheer me up, when I'm away I always missed them, my little daughters always laugh, I'll miss you...
  • A family is everything to me, my wive and daughters is a spirit in my life, without them life is nothing, I'll miss you...
  • A family is everything to me, my wive and daughters is a spirit in my life, without them life is nothing, I'll miss you...
  • A family is everything to me, my wive and daughters is a spirit in my life, without them life is nothing, I'll miss you...
  • the girls are very funny, they are the spirit of life, when I'm tired they always cheer me up, when I'm away I always missed them, my little daughters always laugh, I'll miss you...
  • the girls are very funny, they are the spirit of life, when I'm tired they always cheer me up, when I'm away I always missed them, my little daughters always laugh, I'll miss you...

Sunday, October 25, 2009 | 10:00 PM | 2 Comments

Akuntansi Perusahaan Dagang

KEGIATAN PERUSAHAAN DAGANG

Dalam catatan maupun prosedur akuntansi perusahaan dagang tidak berbeda dengan perusahaan jasa. Sesuai dengan konsep penanding (matching principle) laba bersih (Rugi) suatu perusahan dagang dihitung dengan cara mengurangkan biaya untuk memperoleh pendapatan dari hasil penjualan pada periode yang bersangkutan. Biaya-biaya tersebut meliputi harga pokok (cost) barang yang terjual dan biaya-biaya operasi yang terjadi selama periode yang bersangkutan. Harga pokok barang yang laku dijual disebut dengan harga pokok penjualan. Misalkan dalam suatu toko elektronik, yang disebut harga pokok penjualan meliputi semua biaya yang dikeluarkan untuk membeli televisi, radio, kulkas, mesin cuci dan lainnya yang telah laku dijual dalam satu periode.
Biaya Operasi suatu toko elektronik meliputi semua biaya yang berhubungan dengan kegiatan penjualan dan administrasi toko seperti biaya sewa, gaji pegawai, biaya advertensi, biaya listrik dan biaya telpon.

Perbedaan kegiatan perusahaan jasa dan perusahaan dagangan adalah perusahaan pertama menjual jasa sedangkan perusahaan yang kedua menjual barang dagangan. Karena adanya barang secara fisik yang dibeli dan dijual, biasanya perusahaan dagang mempunyai gudang untuk menyimpan barang dagangan. yang disebut dengan persediaan barang dagangan. Perusahaan membeli barang dagangan dari pemasok dan menjualanya kembali kepada pelanggan

AKUNTANSI UNTUK PENJULAN BARANG DAGANGAN

Penjualan barang dagangan juga dicatat dengan mendebet rekening kas atau piutang dagang dan mengkredit rekening pendapatan. Nama rekening pendapatan yang biasanya digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan adalah penjualan.
Penjualan barang dagangan dapat dilakukan secara tunai atau dapat dilakukan secara kredit.


PENJUALAN TUNAI
Penjualan tunai biasanya dicatat pada Register Kas dan pada akhir hari kerja dijumlah. Penjualan tunai seperti ini dapat dicatat sebagai berikut :

Kas Rp 10.000.000
-Penjualan Rp 10.000.000

(untuk mencatat transaksi penjualan tunai)

Penjualan kepada pelanggan yang membayar dengan kartu kredit bank misalkan (Master Card, Visa Card) biasanya dianggap sebagai penjualan tunai. Kartu kredit yang diterima oleh sipenjual disetor ke bank bersama dengan diterima uang kontan dan cek yang diterima dari pelanggan. Secara berkala bank membebankan ongkos jasa pengurusan penjualan dengan kartu kredit tersebut. Ongkos jasa ini didebet ke perkiraan beban.



PENJUALAN KREDIT
Suatu perusahaan sering juga menjual barang dagangan secara kredit yaitu bilamana pembayaran baru diterima bebarapa waktu kemudian. Penjualan semacam ini dibukukan debet pada rekening Piutang dagang dan kredit rekening penjualan, jurnalnya adalah :

Piutang Dagang (account Receivable) Rp 10.000.000
-Penjualan (sales) Rp 10.000.000
(Untuk mencatat transaksi penjualan kredit)

Rekening penjulan hanya digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan. Apabila sebuah perusahaan dagangan menjual peralatan kantor (bukan barang dagangan), maka yang dikredit adalah rekening Peralatan Kantor, bukan rekening Penjualan.
Penjualan dengan kartu kredit yang bukan dikeluarkan oleh bank misalnya American Express umumnya harus dilaporkan secara berkala kepada perusahaan yang mengelolah kartu kredit tersebut sebelum dapat dicairkan menjadi uang tunai.Penjualan seperti ini menimbulkan piutang pada perusahaan pengelolah kartu kredit tersebut. Pengelolah kartu kredit akan memungut ongkos jasa pengurusan sebelum mengirimkan uang tunai pencairan kartu kredit tersebut. Misalkan penjualan dengan menggunakan kartu kredit bukan bank Rp 5.000.000 dan dilaporkan kepada perusahaan pengelolah kartu kredit pada tanggal 10 Januari. Pada Tanggal 15 Januari perusahaan pengelolah kartu kredit memotong ongkos sebesar Rp 125.000 dan mengirim uang sebesar Rp 4.875.000. Transaksi tersebut dapat dicatat :



10 Januari Piutang Dagang Rp 5.000.000
-Penjualan Rp 5.000.000
( Penjualan dgn menggunakan American Express)


15 Janauri Kas Rp 4.875.000
Beban Penagihan Kartu Kredit Rp 125.000
-Piutang dagang Rp 5.000.000

( Penerimaan kas dari American Express untuk penjualan
yang dilaporkan tanggal 10 Januari)

RETUR DAN POTONGAN PENJUALAN

Barang dagangan yang telah terjual mungkin saja dikembalikan oleh pelanggan (retur penjualan) atau karena barangnya cacat atau karena alasan lain sehingga pembeli tidak puas. Kepada pelanggan diberikan potongan dari harga semula barang yang dijual tersebut (potongan penjualan). Bila retur penjualan atau potongan penjualan menyangkut penjualan kredit, biasanya penjual menyampaikan nota kredit (Credit Memorandum) kepada pelanggan.

Nota kredit itu menunjukkan jumlah yang dikreditkan pada pelanggan serta alasan pengkreditan tersebut.
Retur penjualan pada hakikatnya merupakan pembatalan atas penjualan yang telah dilakukan perusahaan (baik sebagian ataupun seluruhnya). Pengaruh Retur ataupun potongan penjualan adalah berkurangnya pendapatan penjualan dan berkurangnya kas atau piutang dagang.
Bila perkiraan penjualan didebet, maka saldo perkiraan penjualan ini pada akhir periode akan menunjukkan penjualan bersih (net Sales), dan jumlah retur dan potongan penjualan tidak akan diungkapkan lagi. Karena berkurangnya pendapatan disebabkan oleh potongan penjualan, dan berbagai beban yang berkaitan dengan pengembalikan barang (angkutan, pengepakan, perbaikan, penjualan kembali dan sebagainya), disarankan agar jumlah transaksi seperti ini diketahui oleh manajemen. Kebijakan semacam ini akan memungkinkan manajemen menentukan sebab-sebab retur dan potongan tersebut, seandainya jumlahnya sangat besar, dan untuk mengambil tindakan perbaikan. Kerena alasan inilah kita cendrung mendebet perkiraan yang disebut Retur dan potongan penjualan ( Sales Return and Allowances ). Bila penjualan semula dilakukan secara kredit, maka sisa transaksi tersebut dicatat sebagai kredit ke piutang dagang. Misalnya diterima pengembalian barang karena rusak dari salah seorang pelanggan senilai Rp 250.000 yang berasal dari transaksi penjualan kredit. maka pencatatn yang dilakukan untuk pengembalian barang tersebut adalah :

Retur dan Potongan Penjualan Rp 250.000
Piutang Dagang Rp 250.000
( Berdasarkan nota kredit no. 234)


Jika uang tunai yang dikembalikan karena barang yang dikembalikan ataupun karena potongan harga, maka retur dan potongan penjualan didebet dank as dikredit


POTONGAN PENJUALAN

Jika penjualan dilakukan secara kredit, maka syarat pembayaran dimasa akan datang harus ditetapkan dengan jelas, sehingga kedua pihak mengetahui berapa jumlah yang harus dibayar dan kapan pembayaran dilakukan. Syarat penjualan biasanya dicantumkan dalam faktur penjualan dan merupakan bagian dari perjanjian penjualan. Syarat perjanjian disebut juga dengan termin yang biasa ditulis 2/10, n/30, artinya adalah akan diberikan potongan 2% jika pembayaran dilakukan 10 hari sesudah tanggal faktur, tapi tidak melewati 30 hari sejak tanggal faktur.
Syarat penjualan kadang kala juga ditulis dengan symbol n/30 (n adalah singkatan dari netto) yang artinya harga faktur neto atau keseluruhan harga faktur harus dibayar dalam waktu 30 hari sesudah tanggal faktur, cara lain menyatakan syarat penjualan adalah misal n,10/EOM (End of Month) atau akhir bulan. Ini berarti faktur harus dibayar dalam waktu 10 hari sesudah akhir bulan, dihitung dari bulan yang tertulis pada faktur.

Pada saat transaksi penjualan penjual belum mengetahui apakah pembeli akan memanfaatkan potongan atau tidak. Biasanya perusahaan mencatat penjualan sebesar harga faktur bruto.
Contoh :
Pada tanggal 20 Januari perusahaan Amazon menjual barang dagangan kepada seorang pembeli seharga Rp 10.000.000 secara kredit, dengan syarat 2/10,n/30. Jurnal untuk mencatat transaksi penjualan ini adalah :

20 Januari Piutang dagang Rp10.000.000
-Penjualan Rp 10.000.000

(Pencatatan penjualan barang dagangan dengan
syarat 2/10,n/30)

Syarat penjualan diatas mempunyai arti bahwa perusahaan Amazon akan memberikan potongan 2% ( 2% x 10.000.000 = 200.000) jika pembeli melakukan pembayaran tidak melewati tanggal 30 Januari atau jika melewati tanggal 30 Januari tapi tidak lebih dari tanggal 19 Februari pembeli harus membayar penuh yaitu 10.000.000. Jurnal pencatatan transaksi tanggal 30 Januari adalah :

30 Januari Kas Rp 9.800.000
Potongan penjualan Rp 200.000
Piutang Dagang Rp 10.000.000
( Pencatatan penerimaan piutang dikurangi potongan 2%)

Seandainya pembeli melakukan pengembalian barang (retur) sebelum pembayaran dilakukan, maka potongan hanya dikenakan pada harga barang yang jadi dijual (tidak dikembalikan). Sebagai contoh seandainya konsumen yang melakukan pembelian pada tanggal 10 Januari seharga Rp 10.000.000 dengan syarat 2/10,n/30, pada tanggal 15 Januari mengembalikan barang yang rusak seharga Rp 2.000.000, maka harga faktur brutoatas barang yang jadi dibeli adalah Rp 8.000.000 (Rp 10.000.000 – Rp 2.000.000). Dengan demikian potongan tunai harus dihitung atas dasar harga Rp 8.000.000. Misalkan pembeli melakukan pembayaran tanggal 19 Januari maka ia akan mendapat potongan sebesar Rp 160.000 (2% x Rp 8.000.000). Jurnal yang dicatat adalah

19 Januari Kas Rp 7.840.000
Potongan tunai penjualan Rp 160.000
-Piutang dagang Rp 8.000.000
(untuk mencatat penerimaan piutang potongan 2%)

Seandainya pembayaran piutang diterima tanggal 21 Januari, maka perusahaan, maka pembeli tidak memanfaatkan potongan, maka ia harus membayar penuh sebesar Rp 8.000.000. Jurnal yang dilakukan adalah :

21 Januari Kas Rp 8.000.000
-Piutang Dagang Rp 8.000.000
(Untuk mencatat penerimaan piutang dagang)

Contoh penyajian rekening-rekening tersebut dalam laporan rugi laba adalah :

PT Amazon
Laporan Rugi-Laba (sebagian)

Penjualan …………………………………………………… Rp 10.000.000
Kurangi :
Retur dan Potongan penjualan Rp 250.000
Potongan Penjualan Rp 160.000
jumlah Rp 410.000
Penjualan bersih …………………………………………. Rp 9.590.000

HARGA POKOK PENJUALAN

Harga pokok barang yang telah laku dijual biasa disebut juga Harga Pokok Penjualan (HPP). Untuk mendapat memahami cara menentukan harga pokok penjualan pada suatu periode, kita harus memahami dahulu pengertian persediaan dagangan dan harga pembelian bersih.


PERSEDIAAN BARANG DAGANG (INVENTORY)

Persediaan barang dagangan adalah barang-barang yang disediakan untuk dijual kepada para konsumen selama periode normal kegiatan perusahaan.
Persediaan yang dimiliki perusahaan pada awal periode akuntansi, disebut persediaan awal. Persediaan yang dimiliki oleh perusahaan pada akhir periode akuntansi disebut dengan persediaan akhir dan akan dilaporkan dalam neraca sebagai aktiva lancar yaitu pada rekening persediaan dan dipihak lain dicantumkan dalam laporan rugi-laba sebagai salah satu elemen yang akan berpengaruh pada penentuan laba bersih perusahaan.
Ada dua system pencatatan persediaan yakni metode persediaan periodik dan metode persediaan perpetual.

Metode Persediaan Periodik
Dalam metode periodik, adanya transaksi peembelian tidak didebet pada rekening persediaan tapi didebet pada rekening pembelian begitu juga dengan transaksi penjualan tidak dikredit pada reeking persediaan tapi pada reeking penjualan.
Informasi mengenai persediaan yang ada pada suatu saat tertentu, tidak didapat dari rekening persediaan tapi melalui perhitungan fisik atas persediaan yang ada digudang. Perhitungan fisik biasa dilakukan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan. Dalam metode ini perhitungan fisik mempunyai peranan penting, karena tanpa perhitungan fisik laporan keuangan tidak dapat disusun. Dalam pembahasan ini kita akan menggunakan metode pisik atau periodik.

Metode Persediaan Perpetual
Dalam metode perpetual, baik jumlah penjualan maupun harga pokok penjualan dan dicatat pada setiap saat barang dijual. Dengan cara ini catatan akuntansi akan secara terus menerus mengungkapkan besarnya persediaan yang ada.


Contoh perhitungan Harga Pokok Penjualan adalah :

Harga Pokok Penjualan :
Persediaan barang, 1 Januari Rp 10.000
Pembelian Rp 530.000
Dikurangi :
Retur dan Potongan pembelian (Rp 20.000)
Potongan pembelian (Rp 10.600)
Pembelian bersih Rp 499.400
Harga Pokok Barang Tersedia Untuk Dijual Rp 509.400
Dikurangi : Persediaan barang, 31 DesemberRp 60.000
Harga Pokok Penjualan Rp 449.400


PERSEDIAAN AWAL
Persediaan awal sebesar Rp 10.000 diperoleh dari perhitungan fisik periode yang lalu

PEMBELIAN
Apabila perusahaan menggunbakan metode persediaan periodic, maka pembelian barang dagangan dicatat dengan mendebet rekening pembelian. Rekening pembelian merupakan sebuah rekening sementara yang digunakan untuk mengumpulkan seluruh harga pokok barang yang dibeli selama periode, sehingga pada tiap akhir peeriode rekening ini harus ditutup.
Misalkan pada tanggal 5 Januari perusahaan membeli barang dagangan secara kredit (2/10, n/30) seharga Rp 530.000. Transaksi ini dicatat :


5 Januari Pembelia Rp 530.000
Hutang Dagang Rp 530.000
( untuk mencatat pembelian barang dagangan dengan termin (2/10,n/30)

Rekening pembelian hanya digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan, apabila perusahaan membeli barang yang digunakan untuk keperluan sendiri misalnya membeli lemari untuk dipakai sendiri, maka yang didebet adalah rekening aktiva yang bersangkutan.


RETUR DAN POTONGAN PEMBELIAN
Seperti halnya transaksi penjualan, dalam transaksi pembelian terdapat juga retur pembelian. Apabila barang yang dibeli dari pemasok ternyata rusak atau tidak memuaskan, maka biasa pembeli mengembalikan barang tersebut dan utang kepada pemasok menjadi berkurang. Kemungkinan lain adalah barang tersebut tidak dikembalikan oleh pembeli tapi ia meminta potongan harga. Untuk mencatat kejadian ini biasanya digunakan rekening Retur dan Potongan pembelian.
Misal Pada tanggal 6 Januari dikembalikan barang sebesar Rp 20.000 yang dibeli pada tanggal 5 Januari. Maka jurnalnya adalah :

6 Januari Hutang Dagang Rp 20.000
-Retur Pembelian Rp 20.000
(untuk mencatat pengembalian barang )

Transaksi retur pembelian sebenarnya dapat dicatat dengan mengkredit rekening pembelian. Namun banyak perusahaan menyukai rekening retur dan potongan pembelian, karena dari rekening ini dapat diketahui jumlah retur pembelian yang terjadi selama periode.
Rekening retur dan potongan peembelian merupakan rekening lawan terhadap rekening pembelian. Saldo reking retur dan potongan pembelian harus dikurangkan terhadap jumlah pembelian kotor, sehingga dapat diketuhi pembeelian bersih.

POTONGAN TUNAI PEMBELIAN
Apabila barang dagangan dibeli secara kredit maka syarat pembayarannya ditulis pada faktur peembelian. Pemasok biasanya memberikan potongan kepada pembeli yang membayar dalam waktu yang telah ditentukan. Jika penjual memberikan potongan tunai, maka potongan tersebut oleh pembeli dinamakan potongan tunai pembelian.
Sehubungan dengan contoh sebelumnya yaitu pada tanggal 5 Januari perusahaan membeli barang dagangan secara kredit (2/10, n/30) seharga Rp 530.000 Kemudian tanggal 6 Januari dikembalikan barang sebesar Rp 20.000 yang dibeli pada tanggal 5 Januari. Seandainya tanggal 14 Januari perusahaan melunasi semua hutangnya. Maka jurnalnya adalah :

14 Januari Hutang dagang Rp 530.000
Potongan pembelian Rp 10.600
- Kas Rp 519.400
(Jurnal untuk mencatat saat pembayaran atas pembelian
barang tanggal 5 Januari, dengan potongan 2%)

POTONGAN RABAT
Biasanya pembelian dalam jumlah yang besar bisanya mendapat potongan khusus dari harga resmi yang tercantum. Potongan semacam ini disebut RABAT. Rabat tidak dama dengan potongan tunai. Potongan tunai adalah potongan yang diterima karena perusahaan membayar dalam waktu yang telah ditentukan dalam syarat pembelian, sedangkan rabat adalah potongan yang diterima berupa pengurang harga dari harga resmi. Rabat biasanya ditentukan dalam tarif. Misalnya Barang dengan harga menurut daftar sebesar Rp100.000 dijual dengan rabat 30% . Harga jual sesungguhnya menjadi Rp 70.000 ( 100.000- (30% x Rp 100.000). Rabat tidak dicatat dalam pembukuan, baik dalam pembukuan pembeli maupun penjual.


BIAYA ANGKUT
Perjanjian antara penjual dan pembeli mencakup ketentuan mengenai pihak manakah yang harus menanggung biaya angkut barang ke gudang pembeli. Bila pembeli yang menanggung biaya tersebut, ketentuan ini disebut franco gudang penjual (FOB Shipping point), bila biaya angkut ditanggung oleh penjual, ketentuan ini disebut franco gudang pembeli ( FOB Destination).

Biaya Angkut bagi Pembeli
Bila barang dibeli dengan syarat franco gudang penjual, maka biaya angkut yang telah dibayar oleh pembeli hendaknya didebet ke perkiraan Pembelian dan dikredit ke rekening Kas. Beberapa perusahaan menggunakan perkiraan yang diberi judul Angkos Angkut. Saldo perkiraan ini ditambahkan ke saldo perkiraan pembelian untuk menetapkan jumlah harga pokok barang yang dibeli.
Dalam bebrapa hal, penjual mungkin membayar dimuka biaya angkut dan menambahkannya ke Faktur, walaupun dalam perjanjiannya dinyatakan bahwa pembeli yang menanggung biaya angkut tersebut (franco gudang penjual). Bila penjual membayar lebih dulu biaya angkut, pembeli akan memasukkan biaya itu dalam debet pembelian dan kredit hutang dagang. Misalnya tanggal 15 Januari Amazon Co. membeli barang dari Bill Co. secara kredit seharga Rp 5.000.000 dengan syarat franco gudang penjual, (2/10,n/30) ditambah biaya angkut yang telah dibayar lebih dahulu oleh penjual sebesar Rp50.000yang ditambahkan ke faktur. Ayat jurnalnya adalah :

15 Januari Pembelian Rp 5.050.000
- Hutang dagang Rp 5.050.000
(mencatat pembelian barang dagangan dengan franco gudang pembeli)

Bila dalam perjanjian dicantumkan adanya potongan harga untuk pelunasan lebih awal, maka potongan itu dihitung dari jumlah penjualan dan bukan dari total jumlah dalam faktur. Misalkan Amazon Co. membayar hutang tanggal 20 Januari , maka perhitungannya adalah :

Faktur dari Bill termasuk biaya angkut Rp 50.000 yang telah dibayar lebih dulu oleh penjual Rp 5.050.000
Dasar menghitung potongan Rp 5000.000
Tarif potong 2%
Jumlah potongan (5.000.000 x 2%) Rp 100.000
Jumlah pembayaran Rp 4.950.000

Amazon akan menjurnal :

20 Januari Hutang dagang Rp 5.050.000
- Kas Rp 4.950.000
- Potongan pembelian Rp 100.000

Biaya Angkut bagi penjual
Bila dalam perjanjian dinyatakan bahwa penjual menanggung biaya angkut (franco gudang pembeli), maka biaya angkut yang dibayar oleh penjual didebet ke perkiraan Biaya transport. Total biaya ini dilaporkan dalam perhitungan rugi laba sebagai biayapenjualan.

PERSEDIAAN AKHIR
Pada akhir periode akuntansi, perusahaan yang menggunakan metoda periodic harus melakukan perhitungan atas jumlah fisik persediaan yang belum terjual. Jumlah fisik persediaan ini kemudian dikalikan dengan harga pokok yang sesuai, sehingga dapat ditentukan harga pokok persediaan akhir periode.


LABA KOTOR
Laba kotor yang dimiliki oleh perusahaan berasal dari Penjualan neto dikurangi dengan Harga Pokok Penjualan. Contoh :

Penjualan bersih Rp 9.590.000
Harga Pokok Penjualan Rp 449.400
Laba Kotor Rp 9.140.600

BIAYA OPERASIONAL

Biaya operasi perusahaan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dan subjek. Pada perusaaah pengecar umumnya cukup membagi beban operasi menjadi dua kelompok, yaitu biaya penjualan dan biaya umum.
Biaya yang timbul secara langsung dan seluruhnya berhubungan dengan penjualan barang dagangan, digolongkan sebagai biaya penjualan (selling expenses). Contoh biaya gaji pegawai bagian penjualan, perlengkapan gudang yang digunakan, penyusutan [eralatan gudang dan beban iklan.
Beban yang timbul dalam operasi umum perusahaan digolongkan sebagai biaya umum atau biaya administrasi. Contoh gaji pegawai kantor, asuransi dan pajak biasanya dilaporkan dalam biaya umum.
Biaya yang reletif kecil jumlahnya dan tidak dapat diindentifikasi ke perkiraanutama umumnya dikumpulkan dalam perkiraan biaya penjualan rupa-rupa dan biaya umum rupa-rupa.


LABA DARI OPERASIONAL
Selisih antara laba kotor dengan total biaya operasi disebut laba dari operasi. Jumlah laba operasi dan hubungannya dengan investassi modal serta penjumlahan bersih merupakan faktor penting untuk menilai efisiensi manajemen dan tingkat profitabilitas perusahaan. Bila biaya operasi lebih besar dari laba kotor, selisih ini disebut kerugian dari operasi.




Prosedur-prosedur akhir periode pada perusahaan dagang dengan Metode Pisik
1. Pembuatan jurnal penyesuaian
2. Penyusunan Neraca Lajur
3. Penyusunan Laporan Keuangan
4. Pembuatan jurnal penutup pada akhir periode

PENYESUAIAN
Penyesuaian diperlukan pada akhir periode didalam suatu perusahaan dagang, pada umumnya tidak berbeda dengan penyesuaian-penyesuaian dengan perusahaan jasa.
Perusaah yang menggunakan metode periodik sangat sederhana, namun metode ini tidak dapat menyediakan informasi mengenai dua hal yang sangat diperlukan dalam laporan keuangan, yaitu informasi tentang :
1. Persediaan yang ada pada setiap saat diperlukan
2. Harga pokok barang yang sudah dijual ( harga pokok penjualan)

Hal ini disebabkan karena dalam metode persedian periodik rekening persediaan barang dagangan tidak digunakan untuk mencatat pertambahan persediaan karena adanya transaksian pembelian dan sebaliknya juga tidak mencatat pengurangan persediaan karena adanya transakssi penjualan sehingga dalam buku besar rekening persediaan hanya menunjukkan saldo persediaan barang dagangan pada awal periode. Rekening ini tidak dapat memberi informasi mengenai jumlah persediaan yang ada pada saat-saat tertentu. Pada akhir periode perusahaan melakukan perhitungan atas jumlah fisik persediaan yang ada digudang (belum terjual) pada akhir periode. Informasi tentang persediaan akhir yang diperoleh melalui perhitungan fisik ini harus dimasukkan dalam pembukuan perusahaan, agar pembukuan dapat memberikan informasi sesuai dengan keadaan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Proses untuk memasukkan data persediaan akhir ini kedalam pembukuan perusahaan dilakukan dengan membuat jurnal penyesuaian.

Sesuai dengan rumus diatas maka jurnal penyesuaian untuk mecatat harga pokok peenjualan dan persediaan akhir pada perusahaan yang menggunakan persediaan periodic adalah :


Apabila dalam buku besar terdapat rekening-rekening yang berpengaruh atas pembelian, seperti rekening biaya angkut pembelian, Retur dan Potongan Pembelian, dan Potongan Tunai Pembelian, maka saldo rekening-rekening tersebut harus dipindahkan juga kerekening Harga Pokok Penjualan.
Apabila jurnal-jurnal penyesuaian tersebut diatas dibukukan ke buku besar, maka saldo rekening Persediaan Barang Dagangan akan menunjukkan jumlah persediaan yang ada pada akhir periode dari rekening Harga Pokok Penjualan untuk periode yang bersangkutan.

Untuk memperjelas, dibawah ini data-data untuk penyesuaian pembukuan Perusahaan Dagang MUTIARA pada akhir bulan Desember 2002 (dalam ribuan ):

1. Persediaan barang dagangan per 31 Desember 2002 Rp 40.000
2. Asuransi Dibayar Dimuka Rp 1.800
3. Depresiasi Gedung 10% pertahun
4. Gaji Pegawai yang masih harus dibayar Rp 5.000
5. Sewa yang masih harus dibayar Rp 4.000



Berdasarkan data diatas, jurnal penyesuaian yang harus dibuat Perusahaan Dagang MUTIARA pada tanggal 31 Desember 2002 adalah (dalam ribuan ) :

JURNAL PENYESUAIAN
Tanggal Keterangan Jumlah
D K
Des 31 Harga Pokok Penjualan Rp 36.000
- Persediaan Barang Dagangan 36.000

31 Harga Pokok Penjualan 325.000
-Pembelian 325.000

31 Harga Pokok Penjualan 12.200
-Biaya Angkut Pembelian 12.200

31 Retur dan Potongan Pembelian 10.400
-Harga Pokok Penjualan 10.400

31 Potongan tunai pembelian 6.800
-Harga Pokok Penjualan 6.800

31 Persediaan barang dagangan 40.000
-Harga Pokok Penjualan 40.000

31 Biaya Asuransi 2.000
-Asuransi dibayar dimuka 2.000

31 Biaya Depresiasi Gedung 8.000
-Akum. penyusutan gedung 8.000

31 Biaya Gaji 5.000
-Hutang gaji 5.000

31 Biaya sewa 4.000
-Hutang sewa 4.000

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

Dengan telah selesainya disusun pembuatan Neraca lajur, maka penyususnan lapran keuangan dapat dilakukan dengan mudah karena data yang diperlukan dalam pembuatan laporn keuangan telah tersedia di nerac lajur. Namun demikian dalam menyusun laporan keuangan harus dilakukan dengan memperhatikan cara-cara penyajian yang lazim.
Berikut ini adalah laporan keuangan Perusahaan Daganga MUTIARA terdiri dari
1. Laporan Laba rugi
2. Laporan Perubahan ekuitas
3. Neraca
4. Laporan arus kas

sumber : http://baskoro-akuntansi.blogspot.com
Klick «« Artikel Selengkapnya »»

Silabus MYOB (Made Your Own Business)

Tujuan Pembelajaran:

Dengan mengikuti pembelajaran ini diharapkan peserta dapat memiliki kemampuan :
  1. Dapat menggunakan Perangkat Lunak MYOB sbg perangkat lunak Aplikasi Komputer Akuntansi
  2. Dapat mengoptimalkan penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam kegiatan pencatatan,pengelompokan & pembuatan laporan Akuntasi

Persyaratan Peserta :
  1. Peserta memiliki pengetahuan dalam menggunakan sistem operasi Windows.
  2. Peserta memiliki pengetahuan konsep Siklus Akuntasi.

Pokok Bahasan :
  • Pengantar MYOB
    • Pengertian Komputer Akuntasi
    • Aplikasi Komputer Akuntasi
    • Pengenalan & memulai menggunakan MYOB
  • Memulai dengan MYOB
    • Mengisikan Nama Perusahaan
    • Memasukan kelompok Perusahaan
    • Memasukan periode pembukuan
    • Membuat data cadangan
    • Membuka data cadangan
  • Pengaturan penggunaan MYOB
    • Setup
      • Proses Backup, Verifikasi data & mengaktifkan modus Edit data
      • Setting multi Currency
      • Menambah/mengedit perkiraan
      • Memasukkan data saldo Awal
        • General Account
        • Account Payable
        • Account Receivable
      • Mengubah & menambah Currency
      • Mengubah dan menambah daftar Pajak
    • Datacard
      • Mengisi data Customer
      • Mengedit data Customer
      • Menghapus data Customer
      • Mengisi data Supplier
      • Mengedit data Dupplier
      • Menghapus data supplier
      • Mengisi data karyawan
      • Mengedit data karyawan
      • Menghapus data karyawan
    • Inventory
    • Mengedit data produk
    • Menghapus data produk
    • Memasukkan saldo awal barang yang dijual
  • Time Billing
    • Memasukkan jenis & tariff jasa yang dijual
    • Mengedit data
    • Menghapus data
  • Jenis Transaksi
    • General Ledger
      • Memasukkan transaksi
      • Melihat Journal
    • Cheque Book
    • Transaksi Pengeluaran (expenses)
    • Transaksi Penerimaan
    • Melihat transaksi
    • Rekonsiliasi
  • Sales
    • Penjualan jasa
    • Penjualan produk
    • Penerimaan penjualan
  • Purchases
    • Pembelian Barang
    • Pembayaran
  • Payroll
    • Penggajian
  • Report (Laporan)
    • Pembuatan Laporan Keuangan
    Klick «« Artikel Selengkapnya »»

    Apa itu MYOB Accounting

    Myob ( Mind Your Own Businnes) Accounting merupakan software komputer pengolah data akuntansi yaitu proses pencatatan data transaksi akuntansi yang dilakukan dengan cara memasukkan data transaksi ke dalam computre,kemudian computer akan mengolahnya menjadi laporan.Biasanya myob accounting di gunakan dalam beberapa perusahaaan seperti perusahaan jasa,dagang dan lain-lain.

    Langkah awal menggunakan Myob Accounting:
    1. Klik Start
    2. Klik Program
    3. Pilih Program Myob Accounting, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini:


    4. Kemudian pilih "Create" apabila kita akan membuat transaksi baru.Tetapi apabila kita telah membuat sebelumnya maka kita pilih "Open".
    5. Saat kita akan membuat transaksi baru maka akan muncul tampilan:

    6. Lakukan langkah selanjutnya dengan memasukkan Nama Perusahaan,Alamat dsb.
    7.Kemudian akan tampil command center,yaitu gabungan dari seluruh modul yang ada pada program Myob accounting.


    Tampilan awal Myob Accounting

    Tampilan awal Myob Accounting dapat di lihat seperti di bawah ini:

    Pada tampilan diatas kita melihat:
    1. Account
    digunakan untuk membuat daftar perkiraan dan melakukan jurnal umum.

    2. Banking
    untuk mencatatperkiraan yng berhubungan dengan transaksi bank,selan menjual dan membeli barang dagangan.

    3. Sales
    untuk mencatat penjualan barang,termasuk penerimaan piutang dan segala hal yang berhubungan dengan penjualan tersebut.

    4. Time Billing
    untuk mencatat dan mengatur waktu yang di set secara otomatis untuk pembayaran baik untuk klien maupun aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan waktu.

    5. Purchase
    untuk mencatat pembelian barang,termasukpembayaran hutang dan segala hal yang berhubungan dengan pembelian tersebut.

    6. Payroll
    untuk mencatat tentang gaji,upah,pajak,dan lain sebagainya yang berhubungan dengan karyawan dan pegawai.

    7. Inventory
    untuk mencatat persediaan barang dagang,khususnya perusahaan dagang.

    8. Card File
    untuk mencatat dan mengatur data pelanggan,pemasok,pegawai dan pihak lain yang berhubungan dengan perusahaan.

    sumber : http://ghadhisaneh.blogspot.com
    Klick «« Artikel Selengkapnya »»

    MYOB: Tahap Data Baru

    TAHAP PEMBUATAN DATA BARU

    1. Bukalah program MYOB Accounting Plus Versi 13
    *Proses – Introduction
    *Kliklah tombol Create New Company File
    2. Masukkan nama dan identitas perusahaan
    3. Tentukan periode akuntansinya
    4. Pilihlah opsi yang menunjukkan bahwa anda hendak membuat daftar akun
    (Cart of Account / Account List)
    a. I would like to start with one of list provided by MYOB
    Accounting.
    ( Keterangan ini untuk menampilkan beberapa jenis bagan akun sesuai dengan
    jenis perusahaan. Saudara dapat memilih salah satu di antaranya.)
    b. I would like to import a list of accounts provided by my
    accountant after I’m done creating my company file
    (mengimpor dari bagan akun yang pernah Saudara buat).
    c. I would like to build my own accounts list one I begin
    using MYOB
    (Membuat sendiri bagan akun untuk laporan keuangan yang akan dibuat, Saudara
    dapat menambahkan sendiri jenis akun sesuai dengan yang diperlukan.)

    5. Tetapkanlah nama file untuk data yang anda buat. Bila ingin mengubah nama dan lokasi
    file ketikanlah CHANGE. Setelah selesai klik tombol next.
    6. Kliklah Command Centre
    7. Hilangkanlah tampilan mata uang rupiah untuk sementara waktu.
    * Klik menu Setup – Preferences – Windows.
    * Hilangkanlah tanda ceck list pada pilihan Show Currency Symbol in Windows dengan cara mengklik sekalli pada kotak yangberisi tanda centang.
    * Hapuslah juga tanda ceck list Currency yang terdapat pada bagian Reports & Forms.
    8. Buatlah daftar akun (Chart of Account / Account List ), dengan langkah berikut:
    8.1 Klik tanda minus di pojok kanan atas jendela MYOB
    8.2 Bukalah program Excel, kemudian ketikanlah “Daftar Akun”.
    8.3 Setelah selesai, simpanlah dengan mengklik File Save As
    8.4 Menyimpan hasil ketikan: simpanlah di Microsoft Office Excel Workbook dan
    juga dalam bentuk Tex (Tab Delimited)
    8.5 Setelah penyimpanan selesai anda harus keluar dari program excel (Exit)
    LANGKAH IMPORT:
    * Bukalah program MYOB, Lalu Klik menu File – Import Data – Accounts.
    * Pilih dan Klik Update Existing Record – Klik Continue
    * Lihat di Look In – pilih dan Klik File akun anda ( Akun LPK Griya........), File of type ( Text File
    ( “TXT )
    * Kemudian Klik Open , kemudian Match all , Kemudian Import
    * Tunggu Prosesnya
    * Keterangan:
    PROSES IMPORT HARUS MENUNJUKKAN ANGKA “0” PADA BARIS RECORD SKIPPED. JIKA ADA ANGKA LAIN, BERARTI ADA AKUN IMPORT YANG GAGAL DAN HARUS DIPERBAIKI TERLEBIH DAHULU. BILA DEMIKIAN HALNYA, COBALAH UNTUK MENGIMPOR KEMBALI.
    * Tampilan Daftar Akun (ACCOUNT LIST) yang kita import dapat dilihat dengan mengklik Account List.

    sumber : http://yudi-erwanto.blogspot.com
    Klick «« Artikel Selengkapnya »»

    MYOB: Tahapan Proses Impor Data

    Untuk melakukan impor data ke dalam file data MYOB, anda harus melakukannya dalam tahapan yang sesuai dan mempersiapkan file data sesuai dengan struktur data yang akan di impor.
    Data yang harus diimpor pertama kali adalah data Daftar Perkiraan (CoA), karena beberapa data dasar bergantung pada keberadaan data CoA ini untuk menjalani proses impor.

    Sebelum melakukan proses impor, anda sebaiknya menghapus perkiraan-perkiraan yang ada pada daftar standar, sehingga daftar perkiraan yang diimpor tidak akan bercampur dengan perkiraan standar yang telah ada. Untuk menghapus beberapa perkiraan tertentu (yang memiliki link account) anda harus menghilangkan link account yang ada.
    Menghilangkan Link Account
    • Langkah pertama adalah dengan membuat 2 (dua) perkiraan baru pada nomor perkiraan yang tidak terpakai pada Daftar Perkiraan yang akan diimpor (Mis. 1-9998 dan 1-9999), pilih tipe ‘Detail Cheque Account’ untuk memberi cheque privilege pada nomor perkiraan tersebut.

    • Berikutnya Buka ‘Link Account : Account and Banking Account’, melalui menu Setup > Link Accounts > Account and Banking Account.

    • Ubah Link Account seperti gambar di atas.

    • Buka Link Account lainnya (Sales Account/ Purchases Account), dan ubah Link Account–nya ke perkiraan yang telah anda buat (mis. 1-9999).

    • Buka Link Account terakhir pada daftar pajak dan ubah (dijelaskan pada Manual Implementasi selanjutnya).
    Sekarang Daftar Perkiraan baru anda telah siap untuk di impor.
    Follow up:

    Mengimpor Data Perkiraan
    • Gunakan menu File > Import Data > Account, dan anda akan mendapatkan layar Import Accounts, tentukan pilihan seperti pada contoh di bawah ini.


    • Tekan tombol ‘continue’ dan anda akan mendapat layar Import Data, seperti di bawah ini, pasangkan masing-masing field, pada daftar Import Field dan daftar MYOB Premier Field.


    • Tekan Tombol ‘Import’, dan data Daftar Perkiraan anda telah masuk ke File Data MYOB.

    • Ubah Link Account kembali ke nomor perkiraan yang sesuai (dibahas kemudian).

    Mengimpor Data Karyawan
    Dalam melakukan impor data karyawan, hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu adalah daftar filter, yang digunakan dalam daftar karyawan yang akan diimpor. Misalnya : filter yang akan digunakan adalah Departemen, Grup Penjualan dan Wilayah Pemasaran.

    Pertama buat nama ketiga filter tersebut melalui menu Lists > Custom List & Field Names > Employees dan masukkan data seperti pada contoh di bawah ini.



    Sekarang anda telah memiliki nama filter yang diperlukan, untuk dapat mengimpor data secara benar anda harus membuat daftar untuk masing-masing filter sama persis dengan data pada masing-masing kolom filter dari data yang akan diimpor.

    Gunakan Menu Lists > Custom Lists > Employees, kemudian lengkapi masing-masing filter.

    Seluruh data filter yang digunakan dalam data yang akan diimpor harus diinput secara sama persis, termasuk penggunaan huruf kapital. Setelah seluruh data selesai diinput anda dapat melakukan impor. Perhatikan pesan yang diberikan MYOB setelah proses impor selesai.


    Mengimpor Data Pelanggan / Supplier
    Proses impor data pelanggan, terutama bila data pelanggan yang diimpor menyertakan data salesman per pelanggan, harus dilakukan setelah data karyawan (salesman) telah diimpor.

    Dalam mengimpor data pelanggan selain mempersiapkan nama dan data filter seperti yang dilakukan pada proses impor data karyawan di atas, anda harus memastikan bahwa nama salesman pada data pelanggan yang akan diimpor sama persis dengan nama salesman pada data karyawan, atau data pelanggan tersebut akan ditolak (reject).

    Pada proses impor data supplier hanya data filter supplier yang harus anda persiapkan terlebih dahulu.


    Mengimpor Data Item / Persediaan
    Tahapan yang sama anda lakukan dalam proses impor data persediaan, hanya tidak seluruh informasi pada data persediaan dapat anda impor. (untuk beberapa versi terakhir telah dapat dilakukan)

    Data Bill of Material (BOM), tidak dapat diimpor, sehingga setelah data item selesai diimpor anda harus menginput data BOM satu per satu secara manual.

    Masuk melalui tab Auto-build pada data item, dan lengkapi komponen produksi yang digunakan beserta jumlah item yang digunakan.


    sumber : http://yudi-erwanto.blogspot.com
    Klick «« Artikel Selengkapnya »»

    MENGENAL MYOB ACCOUNTING

    A. Pengertian MYOB Accounting

    Program aplikasi akuntansi yang digunakan untuk mengotomatisasikan pembukuan secara lengkap, cepat dan akurat. MYOB Limited mengeluarkan MYOB Accounting versi 13 hadir dengan sejumlah fasilitas namun tetap memiliki karakteristik yang sama, yaitu pemasukkan daftar akun, pengaturan (setup), mengelola bank, pelanggan, pemasok, produk sampai pada laporan keuangan seperti neraca, laba rugi dan sebagainya.
    Follow up:

    B. Membuat Data Perusahaan pada MYOB

    Langkah – langkah yang harus dilakukan :

    1. Klik tombol start
    2. Pilih all program> MYOB Accounting v13> MYOB Accounting v13
    3. Didalam kotak dialog yang terbuka terdapat 5 tombol akses
    a. Open, untukmembuka data MYOB yang telah ada
    b. Create, untuk membuat data perusahaan baru
    c. Explore, untuk menampilkan data contoh yang telah disediakan
    d. What’s New, untuk menampilkan file.html yang terhubung dengan internet, yang berisi berita terbaru dalam versi 12 ini
    e. Exit, untuk mengakhiri program MYOB
    4. Klik tombol create new company file, klik next
    5. Klik company information lalu masukkan data perusahaan. Setelah itu klik next
    6. Lalu masukkan periode akuntansi, dan klik next bila sudah selesai
    7. Klik tombol save. Klik next
    8. Selanjutnya akan tampil informasi proses telah selesai

    C. Mengenal Area Kerja MYOB Accounting v 13
    Setelah anda membuat data perusahaan pada MYOB, Anda perlu mengenal area kerja pada MYOB Accounting v15 sebelum anda memindahkan data perusahaan ke dalam MYOB Accounting.
    D. Mengakhiri Program MYOB Accounting v 13

    Untuk mengakhiri anda ikuti langkah sebagai berikut:
    1. Klik file > Exit
    2. Kotak dialog konfirmasi akan tmapil, klik tombol yes
    3. MYOB akan menampilkan kotak informasi lagi, kemudian tandai option backup all data dan check company file for errors, klik tombol continue
    4. Kotak konfirmasi MYOB accounting ditampilkan, yang memberitahukan bahwa tidak terjadi kesalahan dalam data anda. Klik ok
    5. Kotak dialog backup ditampilkan, ketik nama file absolute pada kotak file name, klik save
    6. Proses backup dilakukan setelah selesai aplikasi MYOB accounting akan langsung tertutup.

    MEMINDAHKAN DATA PADA MYOB
    >
    A. Membuka File

    1. Buka program MYOB Accounting v13
    2. Pada kotak informasi klik tombol open your company file
    3. Pada bagian look ini pilih drive di mana file disimpan
    4. Pilih file dokumen dan klik tombol open
    5. Akan tampil kotak dialog sign-on,kemudian klik ok
    6. Klik pilihan enter later untuk menunda pengisian nomor registrasi selanjutnya klik tombol ok
    7. Selanjutnya pada kotak dialog konfirmasi akan menunjukkan perifikasi data, klik tombol no
    8. Selanjutnya file akan tampil.
    Follow up:

    B. Persiapan Data Akuntansi

    Daftar Saldo Rekening
    Data Pelanggan
    Data Pemasok
    Data Barang Dagangan
    C. Daftar Perkiraan

    Mengganti Nama Perkiraan

    1. Klik modul perkiraan (account), kemudian pilih account list
    2. Pastikan tab asset dalam keadaan terpilih kemudian klik ganda pada perkiran assets, muncul kotak dialog edit account, ganti account name menjadi aktiva kemusian klik ok
    3. Dengan mengulangi langkah diatas untuk hasil penggantian nama perkiraan lakukan untuk perkiraan lainnya.
    4. Langkah terakhir adalah tutup jendela account list dengan tombol close
    Membuat Nama Perkiraan
    1. Buka jendela account list dengan klik modul perkiraan kemudian pilih naccount list
    2. Ada klik tombol new bawah layar
    3. Pastikan kelompok perkiraan anda adalah asset, kemudian kerikkan nomor perkiraan pada account number, selanjutnya tekan tombol tab, isi account name dengan nama perkiraan yang baru
    4. Selesai klik tomol ok
    5. Utnuk membuat nama perkiraan yang lain ikuti langkah diatas tadi
    6. Langkah terakhir klik close

    Menghapus Perkiraan
    1. Klik modul perkiraan, kemudian pilih account list
    2. Setelah Setelah itu klik tanda panah yang terletak sebelah kiri nama perkiraan misal perkiraan undeposit Funds
    3. Kemudian akan tampil kotak edit account, karena perkiraan yang dicontohkan perkiraan linked atau terhubung maka kita harus menggantikan posisi untuk perkiraan ini. Untuk itu klik tanda panah linked accounts for
    4. Ubah nomor dan nama perkiraan dengan mengkil kolom isian tersebut
    5. Kemudian kotal dialog tampil dan nama perkiraan tampil misalkan kita ingin menganti dengan perkiraan bank solo (1-1130), kemudian klik tombol use account
    6. Selanjutnya klik yes pada kotak informasi
    7. Klik Ok
    8. Untuk menghapus klik menu edit dan klik delete account
    9. Untuk menghapus nama perkiraan lain ikuti langkah diatas.
    10. Klik close

    D. Link Transaksi
    Link transaksi merupakan hubungan otomatis antar perkiraan satu dengan perkiraan lain. Contoh perkiraan piutang dan kas

    Link Transaksi Perkiraan Buku Besar dan Kas/Bank
    1. Klik setup, linked account, account & Banking accoaunts
    2. Selanjutnya tampil kotak dialog yang mana anda akan mnegiisi nomor perkiraan yang menghubungkan perkiraan dan kas
    3. Contoh kita akan mengganti nama perkiraan untuk perkiraan link pembayaran elektronik
    4. Selanjutnya tampil kotak dialog pilih perkiraan Bank Permata, terakhir klik tombol use account
    5. Pilih Yes
    6. Lakukaan langkah diatas selanjutnya untuk mengganti perkiraan yang lain
    7. Klik ok
    Link Transaksi Perkiraan Penjualan
    1. Klik setup, linked accounts, sales account
    2. Sales linked accounts akan tampil
    3. Isilah transaksi perkiraan penjualan untuk akun perkiraan untuk penerimaan piutang dengan bank permata
    4. terakhir Klik Ok

    Link Transaksi Perkiraan Pembelian
    1. Klik menu setup, linked account, purchase account
    2. Selanjutnya kotak dialog purchases linked accounts akan tampil
    3. Selanjutnya ganti perkiraan untuk pembayaran hutnag ke link Bank Solo (1-1130)
    4. Terakhir klik Ok

    E. Kode Pajak
    Menghapus Kode Pajak
    1. Klik list, tax code
    2. Tax Code akan tampil
    3. Pilih nama kode pajak yang akan dihapus, setelah itu kotak dialog akan tmapil, kemudian baris menu anda pilih menu edit delete tax code
    4. Klik Ok
    5. Klik close untuk menutup kotak dialog tax code list
    6. Klik close untuk menutup

    Membuat Kode Pajak
    1. Klik menu list, tax code
    2. Klik tombol new
    3. Kemedian isi kode pajak PPn padakolom isian tax kode
    4. Kemudian klik tab, isi pajak pertambahan nilai pada description
    5. Lalu pilih tipe pajak good & service tax dengan mengklik tombol pull down pada tax type
    6. Klik 10%
    7. Pada kolom isian Linked Account for Tax Collected klik tombol drop down pilih 2-1310 (PPN Keluaran) pada kotak dialog select from list klik tombol use account dan 2-1320 (PPN Masukkan) pada kolom isisan linked account for tax paid
    8. Pada linked card for tax authority masukkan nomor pajak yang tercatat dalam kartu file pemasok atau dapat anda kosongkan
    9. Klik ok
    10. Klik close

    F. Membuat Card File
    1. Pada jendela command center klik card file
    2. Klik card list
    3. klik tombol new
    4. Pastikan check box inactive card dalam keadaan uncheck, kemudian isi kolom dalam tab profile dengan data sebelumnya
    5. Untuk melihat hasil klik Profile
    6. Klik card details untuk masuk step berikutnya
    7. Untuk menyisipkan gambar pelanggan dapat dilakukan dnegan klik ganda picture information
    8. Klik tombol link
    9. Lalu klik file bitmap, open
    10. Selanjutnya klik ok
    11. Isi informasi tambahan untuk kartu pelanggan
    12. Klik tab selling details
    13. Dalam tab ini anda mengisi informasi detail penjualan yang berlaku untuk pelanggan
    14. Klik tab payment details untuk tab berikutnya, dan isi seluruh informasi yang tampil
    15. Lalu klik tab contag log untuk masuk ke tampilan berikutnya, kotak ini menampilkan jadwal kegiatan pelanggan
    16. Klik tab jobs, kotak dialog akan tmapil anda diminta untuk mengisi daftar jobs dengan pelanggan
    17. Klik tab history untuk menampilkan total penjualan bulanan tahun terdahulu dan tahun yang sedang berjalan
    18. Klik ok

    G. Mengubah Kartu File
    1. Pastikan jendela card list dalam modul card file
    2. Pilih dan klik ganda kartu file yang akna diubah
    3. Lalu lakukan perubahn jika layar tmapilan telah nampak.
    4. Klik Ok

    H. Daftar Persediaan
    1. Modul Inventory, aktifkan kotak dialog item list
    2. Klik tombol new
    3. Kemudian isi A-001 pada kolom isian item number, klik tab isi stop map pada name
    4. Aktifkan kotak periksa I buy this item, klik tombol drop down pada kotak expense account for tracking cost, untuk menampilan kotak select from list tekan tombol new
    5. Kotak dialog edit account akan ditmapilkan, pastikan kolom account classification berisi cost of sales, jika tidak klik tombol drop down disebelahnya pilih cost of sales, isi nomor perkiraan 1000 pada kolom account number, tekan tab kemudian isi harga pokok penjualan pada kotak isian account name kemudian klik ok
    6. Kemudian tampil kotak information klik tombol drop down pada kotak expense account for tracking cost pilih harga pokok penjualn dari kotak dialog select from list klik use account
    7. Aktifkan kotak a sell this item, masukkan nomor perkiraan 4-1000 untuk perkiraan penjualan
    8. Aktifkan kotak inventory this item jika barang tersebut akan dicatat dalam perkiraan persediaan. Masukkan no. perkiraan 1-1400 untuk perkiraan persediaan barang dagang pada kotak asset account for item inventory
    9. Kli buying details, kotak dialog item information dalam tab buying details
    10. Isi pack dalam kotak isian buying unit of measure, klik tab 2 kali kemudian isi PPN
    11. Klik tab selling details isi Rp 30.000
    12. Klik Ok
    13. Klik Close

    Mengisi Harga Jual dan Jumlah Persediaan
    1. Dalam modul inventory, aktifkan kotak dialog adjust inventory dengan menekan tombol adjust inventory
    2. Isi tanggal transaksi 01/01/05 kemudian isi memo dengan persediaan awal barang
    3. Klik tab 2 kali kemudian select from list
    4. Pilih item misalnya StopMAp klik Use Item
    5. Tekan tab kemudian isi jumlah persediaan yaitu 500 pack
    6. Lalu masukkan item perunit Rp 25.000
    7. Terakhir tekan tab 2 kali untuk mengisi nama perkiraan pada kotak dialog select from list, pada kolom look for isi nomor perkiraan 1-4000. Kemudian klik use account, nama perkiraan persediaan barang dagang
    8. Apabila telah terisi semua klik record
    9. Klik cancel

    I. Mencatat Saldo Awal
    Saldo Awal Perkiraan
    1. Klik setup, balances, account opening balance
    2. Ketik saldo untk perkiraan kas yaitu Rp 2.750.000 (tanpa Rp)
    3. Tekan enter isi saldo awal berikutnya
    4. Klik Ok
    5. Klik modul account klik account list untuk mengaktifkan kotak dialog, maka tampil keseluruhan saldo awal.
    6. Klik close

    Saldo Awal Piutang Dagang
    1. Klik menu setup, balances, customer opening balance
    2. Kemudian pilih dan klik satu pelanggan, lalu klik tombol add sale
    3. Selanjutnya tekan tab untuk sampai pada kolom date dan totalincluding tax isilah bagian kolom tersebut
    4. Pastikan kode pajak adalah N-T, jika tidak klik drop down select from list pilih N-T use tax code
    5. Klik record
    6. Lalu kita berada pada kotak customer opening balance klik option customer summary
    7. Lakukan langkah tasi untuk pelanggan lainnya.
    8. Klik Ok
    9. Klik close

    Saldo Awal Hutang Dagang
    1. Pada jendela command center. Klik menu setup, balance, supplier opening balance
    2. Kemudian pilih dan klik salah satu pemasok, klik tombol add purchase
    3. Selanjutnya klik tab untuk sampai pada kolom date dan tab totalincluding tas, maka masukkan data sesuai dengan informasi
    4. Pastikan tax code dalam keadaan N-T
    5. Lalu klik tombol record
    6. Selanjutnya semua data pemasok dimasukkan dengan cara tadi.
    7. Apabila telah selesai klik OK
    8. Klik close

    sumber : http://yudi-erwanto.blogspot.com
    Klick «« Artikel Selengkapnya »»

    Dasar-Dasar Akuntansi

    A. DEFINISI AKUNTANSI

    Definisi akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu:

    1. Fungsi dan Kegunaan

      Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

    2. Proses Kegiatan

      Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya.


    Akuntansi dan Tata Buku

    Akuntansi lebih luas dari Tata Buku sebab Tata Buku hanyalah pencatatan secara sistimatis transaksi/kejadian yang dinyatakan dengan nilai uang.

    Cabang Akuntansi

    Terdapat 3 (tiga) cabang akuntansi yaitu:

    1. Akuntansi keuangan

      Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak ekstern seperti investor, kreditor, dan Bapepam.


    2. Akuntansi manajemen

      Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak intern organisasi atau manajemen.

    3. Akuntansi Pemerintah

      Adalah cabang akuntansi yang memproses transaksi-transaksi keuangan pemerintah yang menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada rakyat melalui lembaga legislatif serta untuk kepentingan pihak-pihak yang terkait.

    B. SIKLUS AKUNTANSI


    Berdasar gambar di atas dapat kita uraikan bahwa siklus akuntansi adalah sebagai berikut:

    1. Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi.
    2. Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian)
    3. Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke rekening Buku Besar.
    4. Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar.
    5. Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo.
    6. Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup.
    7. Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporaan Perubahan Modal dan Neraca.

    C. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

    Aktiva = harta yang dimiliki perusahaan yang merupakan sumber

    ekonomi. Contoh: kas, piutang, gedung dsb.

    Hutang = kewajiban yang menjadi beban perusahaan. Contoh:

    hutang pembelian kredit

    Modal = hak atau klaim pemilik atas aktiva perusahaan. Contoh:

    Setoran modal oleh pemilik.

    D. ANALISIS TRANSAKSI

    1. Transaksi yang mempengaruhi Aktiva
      1. Pembellian aktiva/aset secara tunai

        Contoh = suatu perusahaan membeli sebuah kendaraan seharga

        Rp. 100.000.000,- secara tunai

        Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas

        perusahaan berkurang sebesar Rp. 100.000.000,- dan kendaraan bertambah senilai Rp. 100.000.000,-

      2. Pembelian aktiva/aset secara kredit

        Contoh = suatu perusahaan membeli mesin foto kopi seharga

        Rp.50.000.000,- secara kredit.

        Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu

        peralatan bertambah senilai Rp. 50.000.000,-dan Hutang bertambah senilai Rp. 50.000.000,-.

      3. Penjualan aktiva/aset secara tunai

        Contoh = suatu perusahaan menjual kendaraan seharga

        Rp.80.000.000,- secara tunai .

        Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas

        perusahaan bertambah sebesar Rp. 80.000.000,- dan kendaraan perusahaan berkurang senilai Rp.80.000.000,-

      1. Penjualan aktiva/aset secara kredit

        Contoh = suatu perusahaan menjual kendaraan seharga

        Rp.150.000.000,- secara kredit

        Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu

        kendaraan berkurang senilai Rp. 150.000.000,- dan piutang perusahaan bertambah sebesar Rp.150.000.000,-

    1. Transaksi yang mempengaruhi Hutang
      1. Pembelian aktiva/aset secara kredit

        Contoh = suatu perusahaan membeli sebuah mesin secara kredit

        seharga Rp. 200.000.000,-

        Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi hutang yaitu

        hutang perusahaan bertambah sebesar Rp.200.000.000,- dan peralatan bertambah sebesar Rp.200.000.000,-.


      2. Pembayaran hutang

        Contoh = suatu perusahaan membayar hutang sebesar

        Rp.50.000.000,-

        Analisis = transaksi tersebut mempengaruhi hutang yaitu

        Hutang perusahaan berkurang sebesar Rp. 50.000.000,- dan kas berkurang sebesar Rp. 50.000.000,-.

    2. Transaksi yang mempengaruhi Modal
      1. Penambahan investasi pemilik

        Contoh = Mr. X melakukan penyetoran sebesar Rp. 75.000.000,-

        ke kas perusahaan sebagai tambahan modal.

        Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu

        modal perusahaan bertambah sebesar Rp. 75.000.000,- dan kas perusahaan bertambah sebsesar Rp. 75.000.000,-.

      2. Pengurangan investasi pemilik

        Contoh = Mr. T melakukan penarikan uang perusahaan untuk

        keperluan pribadi sebesar Rp. 25.000.000,-

        Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu

        modal perusahaan berkurang sebesar Rp. 25.000.000,- dan kas berkurang sebesar Rp. 25.000.000,-.


    Latihan 1

    Transaksi yang mempengaruhi Aktiva:

    Analisislah transaksi-transaksi sebagai berikut:

    1. Pembelian aktiva tetap secara tunai senilai Rp. 2.000.000,-
    2. Penerimaan kas atas piutang perusahaan senilai Rp. 200.000,-

    Jawab:

    1. …………………………………………………………………………………………

      …………………………………………………………………………………………

    2. …………………………………………………………………………………………

      …………………………………………………………………………………………

    Latihan 2

    Transaksi yang mempengaruhi Hutang:

    Analisislah transaksi-transaksi sebagai berikut:

    1. Pembelian aktiva tetap secara kredit senilai Rp. 4.000.000,-
    2. Pembayaran hutang senilai Rp. 100.000,-

    Jawab:

    1. …………………………………………………………………………………………

      …………………………………………………………………………………………

    2. …………………………………………………………………………………………

      …………………………………………………………………………………………

      Latihan 3

      Transaksi yang mempengaruhi Modal:

    Analisislah transaksi-transaksi sebagai berikut:

    1. Penambahan investasi oleh pemilik sbesar Rp. 3.000.000,-.
    2. Pengambilan untuk pribadi sebesar Rp.300.000,-

    Jawab:

    1. ………………………………………………………………………………………

      ………………………………………………………………………………………

    2. ………………………………………………………………………………………

      ………………………………………………………………………………………

    E. BASIS AKUNTANSI

    Basis akuntansi menyatakan saat pengakuan atas transaksi yang merupakan dasar pencatatan transaksi tersebut.

    Terdapat 2 (dua) basis akuntansi yaitu basis kas dan basis akrual.


    Basis Kas

    Suatu transaksi yang diakui dan dicatat berdasarkan saat kas diterima dan dikeluarkan.


    Basis Akrual

    Suatu transaksi diakui dan dicatat berdasarkan pengaruh transaksi pada saat kejadian dan dicatat serta dilaporkan pada periode yang bersangkutan.


    Latihan 4

    Hotel SEPITRUS pada tanggal 30 Desember 2002 menerima pembayaran dimuka sewa kamar dari seorang tamu hotel sebesar Rp. 1.000.000,- untuk sewa kamar selama 4 hari.

    Bagaimana pencatatan dan pelaporan transaksi tersebut dengan basis kas dan basis akrual?


    Jawab:

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………


    Latihan 5

    Pada tanggal 1 Januari 2000 telah dilakukan pembayaran biaya iklan untuk periode 24 bulan sebesar Rp. 24.000.000,-.

    Bagaimana pencatatan dan pelaporan transaksi tersebut dengan basis kas dan basis akrual?


    Jawab:

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

    Klick «« Artikel Selengkapnya »»

    Dasar-dasar Akuntansi

    Pengertian Akuntansi
    Akuntansi adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan dilakukannya penilaian dan pengambilan keputusan secara jelas dan tegas bagi pihakpihak yang menggunakan informasi tersebut.
    Dari pengertian di atas terkandung tujuan utama akuntansi adalah menghasilkan atau menyajikan informasi ekonomi (economic information) dari suatu kesatuan ekonomi (economic entity) kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu informasi akuntansi itu pada dasarnya menyajikan informasi ekonomi kepada banyak pihak yang memerlukan, sehingga akuntansi juga sering disebut dengan bahasa dunia usaha. Mengapa demikian? Karena akuntansi merupakan alat komunikasi dan informasi bagi pihak-pihak yang memerlukannya.

    Sejarah Perkembangan Akuntansi
    Akuntansi sebenarnya sudah ada sejak manusia itu mulai bisa menghitung dan membuat suatu catatan, yang pada awalnya dulu itu dengan menggunakan batu, kayu, bahkan daun menurut tingkat kebudayaan manusia waktu itu. Pada abad XV terjadilah perkembangan dan perluasan perdagangan oleh pedagang-pedagang Venesia. Perkembangan perdagangan ini menyebabkan orang waktu itu memerlukan suatu sistem pencatatan yang lebih baik, sehingga dengan demikian akuntansi juga mulai berkembang.
    Setelah itu perkembangan akuntansi juga ditandai dengan adanya seorang yang bernama Lucas Pacioli pada tahun 1494, ahli matematika mengarang sebuah buku yang berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica, Proportioni et Propotionalita, di mana dalam suatu bab berjudul Tractatus de Computies et Scriptoris yang memperkenalkan dan mengajarkan sistem pembukuan berpasangan yang disebut juga dengan sistem kontinental.
    Sistem berpasangan adalah sistem pencatatan semua transaksi ke dalam dua bagian, yaitu debet dan kredit. Kemudian kedua bagian ini diatur sedemikian rupa sehingga selalu seimbang. Cara seperti ini menghasilkan pembukuan yang sistematis dan laporan keuangan yang terpadu, karena perusahaan mendapatkan gambaran tentang laba rugi usaha, kekayaan perusahaan serta hak pemilik.
    Pertengahan abad ke 18 terjadi revolusi industri di Inggris yang mendorong pula perkembangan akuntansi, di mana waktu itu para manajer pabrik misalnya, ingin mengetahui biaya produksinya. Sebab dengan mengetahui berapa besar biaya produksi mereka dapat mengawasi efektifitas proses produksi dan menetapkan harga jual. Sejalan dengan itu berkembanglah akuntansi dengan bidang khusus yaitu akuntansi biaya. Akuntansi biaya memfokuskan diri pada pencatatan biaya produksi dan penyediaan informasi bagi manajemen.

    Bagaimana perkembangan akuntansi di Indonesia?
    Akuntansi di Indonesia pada awalnya menganut sistem kontinental, seperti yang dipakai di Belanda saat itu. Sistem ini disebut juga dengan tata buku yang sebenarnya tidaklah sama dengan akuntansi, di mana tata buku menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dari proses pencatatan, peringkasan, penggolongan dan aktivitas lain yang bertujuan menciptakan informasi akuntansi berdasarkan pada data. Sedangkan akuntansi menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dan analitikal seperti kegiatan analisis dan interpretasi berdasarkan informasi akuntansi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembukuan merupakan bagian dari akuntansi.
    Perkembangan selanjutnya tata buku sudah mulai ditinggalkan orang. Di Indonesia perusahaan atau orang semakin banyak menerapkan sistem akuntansi Anglo Saxon. Berkembangnya sistem akuntansi Anglo Saxon di Indonesia disebabkan adanya penanaman modal asing di Indonesia yang membawa dampak positif terhadap perkembangan akuntansi, karena sebagian besar penanaman modal asing menggunakan sistem akuntansi Amerika Serikat (Anglo Saxon). Penyebab lain sebagian besar mereka yang berperan dalam kegiatan perkembangan akuntansi menyelesaikan pendidikannya di Amerika, kemudian menerapkan ilmu akuntansi itu di Indonesia.
    Saat ini sistem Anglo Saxon semakin populer di Indonesia baik dalam pendidikan akuntansi maupun dalam praktek dunia bisnis. Sekarang dapatkah Anda menjelaskan perbedaan antara sistem kontinental dengan sistem Anglo Saxon? Apakah perbedaannya? Untuk lebih jelasnya, mari perhatikan tabel berikut ini!

    Bidang Akuntansi
    Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan semakin kompleksnya masalah perusahaan yang didorong kemajuan teknologi, bertambahnya peraturan pemerintah terhadap kegiatan perusahaan, maka para Akuntan dituntut untuk mengkhususkan keahliannya dalam bidang akuntansi. Bidang khusus akuntansi itu, apa saja? Baik, mari kita lihat bidang-bidang khusus akuntansi berikut ini!

    a. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
    Akuntansi keuangan disebut juga Akuntansi Umum (General Accounting), yaitu akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi perusahaan dan penyusunan laporan keuangan secara berkala yang berpedoman kepada prinsip akuntansi. Laporan keuangan itu bisa digunakan sebagai informasi intern maupun ekstern perusahaan.

    b. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing Accounting)
    Akuntansi pemeriksaan merupakan kegiatan akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan keuangan atau akuntansi umum. Akuntansi publik melakukan pemeriksaan terhadap catatan-catatan yang mendukung laporan keuangan dengan menyatakan kelayakan dan dapat dipercayainya suatu laporan

    c. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
    Titik sentral dalam akuntansi manajemen adalah informasi untuk pihak-pihak di dalam perusahaan. Kegunaan akuntansi manajemen antara lain, mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan. Misalnya dalam hal penetapan harga jual, pembelajaan, metode produksi dan investasi. Bidang akuntansi ini juga mengolah masalah-masalah khusus yang dihadapi para manajer perusahaan dari berbagai jenjang organisasi dengan menggunakan data historis maupun data tafsiran.

    d. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
    Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang menekankan kegiatan pada penetapan biaya dan kontrol atas biaya. Terutama yang berhubungan dengan biaya produksi suatu barang. Di samping itu salah satu fungsi utama akuntansi biaya adalah pengumpulan dan menganalisa data mengenai biaya, baik yang telah maupun yang akan terjadi untuk digunakan oleh pemimpin perusahaan sebagai alat kontrol atas kegiatan yang telah dilakukan serta alat untuk membuat rencana di masa mendatang.

    e. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
    Bidang akuntansi perpajakan mencakup penyusunan surat pemberitahuan pajak serta mempertimbangkan konsekuensi perpajakan dari transaksi usaha yang direncanakan.

    f. Akuntansi Anggaran (Budgeting Accounting)
    Akuntansi anggaran adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu di masa mendatang serta analisa dan pengontrolannya

    Dengan selesainya pembahasan materi tentang bidang-bidang akuntansi tadi, tentunya telah membuka wawasan Anda bahwa perkembangan akuntansi juga sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan pesatnya perkembangan dunia usaha. Di mana secara tidak langsung menuntut sumber daya yang berkualitas dan profesional bidang akuntansi, ya bukan? Kemudian persoalannya sekarang akan timbul lagi pertanyaan baru, yaitu apakah tenaga ahli bidang akuntansi itu termasuk tenaga profesional, layaknya seorang yang berprofesi sebagai dokter, pengacara dan notaris? Jawabnya adalah benar! Seseorang yang memiliki keahlian di bidang akuntansi yang berlatar belakang pendidikan minimal Diploma 3 jurusan Akuntansi. Baiklah sekarang mari kita lanjutkan bahasan tersebut dengan profesi akuntansi.

    Pemakai Akuntansi
    Pemakai Intern
    Yang dimaksud dengan pemakai (pihak) intern adalah pihak yang menyelenggarakan usaha, seperti rumah tangga konsumen (RTK) dan rumah tangga produksi (RTP) yang dalam hal ini adalah pimpinan perusahaan (manajer) yang bertanggung jawab dalam pengambilan suatu keputusan.
    Setiap rumah tangga konsumen dan rumah tangga produksi memerlukan informasi keuangan untuk mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai laba maksimal dengan pengorbanan tertentu. Oleh karena itu memerlukan suatu cara pencatatan yang sistematis agar dapat menaganlisis transaksi keuangan menjadi informasi ekonomi yang berguna. Dapatkah Anda memberi contoh rumah tangga konsumen? Baiklah, contohnya pemilik toko, setiap hari membuat catatan tentang pengeluaran uang dan pemasukan uang. Dengan adanya kegiatan pencatatan (akuntansi) tadi maka pemilik toko dapat mengetahui informasi keadaan keuangan dari usahanya pada saat tertentu.
    Kemudian bagaimana dengan contoh rumah tangga produksi? Sebenarnya peranan akuntansi jauh lebih penting, lebih-lebih lagi dalam usaha yang sudah berbadan hukum, misalnya manajer produksi memerlukan akuntansi sewaktu ia ingin mengetahui berapa besar harga pokok barang, jumlah biaya produksi barang yang dihasilkan.

    Pemakai Ekstern
    Yang dimaksud dengan pihak ekstern adalah pihak-pihak yang berkepentingan dengan suatu usaha atau perusahaan, tetapi merupakan pihak luar perusahaan. Contohnya, bank sebagai pemberi kredit (pinjaman). Jadi bank perlu memastikan apakah debiturnya (perusahaan) yang diberikan fasilitas kredit ini dapat melunasi seluruh pinjamannya pada waktu yang telah ditetapkan, sehingga bank terhindar dari permasalahan kredit macet. Bagaimana pihak bank mendapatkan data atau informasi yang berhubungan dengan perusahaan sebagai debiturnya? Bank memperoleh data dan informasi berdasarkan catatan akuntansi yang dibuat berupa laporan keuangan dari perusahaan yang mendapatkan kredit tadi.
    Dengan mengulangi lagi membaca materi pemakai akuntansi ini akan memudahkan Anda untuk memahami dan membedakan pihak ekstern yang menggunakan informasi akuntansi. Sekarang mari kita lanjutkan dengan sejarah singkat dari akuntansi.

    Kegunaan Informasi Akuntansi
    Sebenarnya sebelum mempelajari akuntansi, banyak sekali pertanyaan muncul dalam pikiran seseorang. Seperti orang akan bertanya, apa manfaat yang dapat diambil? Kapan akuntansi itu diperlukan? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang dapat dikemukakan.
    Akuntansi menyajikan teknik untuk pengumpulan data. Peran tersebut menjadi bahasa komunikasi ekonomi, baik bagi perorangan maupun badan usaha. Proses penggunaan akuntansi dalam menyajikan informasi kepada para pemakainya dapat Anda lihat pada diagram berikut ini.

    Tahukah Anda siapa saja yang menggunakan informasi akuntansi? Jawabannya adalah Investor, Kreditur, Pemerintah, Karyawan dan begitu juga Manajer atau Pemimpin Perusahaan. Jadi informasi akuntansi itu berguna bagi mereka sebagai dasar pengambilan keputusan masing-masing, serta dapat memberikan pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik, dan mengetahui perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun.
    Dengan demikian kegunaan akuntansi yaitu:
    a. untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan,
    b. untuk mempertanggungjawabkan manajemen kepada pemilik, dan
    c. untuk mengetahui perkembangan perusahaan.

    Profesi Akuntansi
    Perkembangan profesi akuntansi sejalan dengan jenis jasa akuntansi yang diperlukan oleh masyarakat yang makin lama semakin bertambah kompleksnya. Gelar akuntan adalah gelar profesi seseorang dengan bobot yang dapat disamakan dengan bidang pekerjaan yang lain. Misalnya bidang hukum atau bidang teknik. Secara garis besar Akuntan dapat digolongkan sebagai berikut :

    a. Akuntan Publik (Public Accountant)
    Akuntan publik adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Mereka ini bekerja bebas dan umumnya mendirikan suatu kantor akuntan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan sistem manajemen.

    b. Akuntan Intern (Internal Accountant)
    Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Akuntan intern ini disebut juga akuntan perusahaan. Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari Staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan. Tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.

    c. Akuntan Pemerintah
    Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).

    d. Akuntan Pendidik
    Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mangajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.
    Apa saja persyaratannya bila seseorang ingin memperoleh gelar Akuntan itu? Seseorang itu berhak menyandang gelar Akuntan bila telah memenuhi syarat antara lain: Pendidikan Sarjana jurusan Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi yang telah diakui menghasilkan gelar Akuntan, seperti UI, UGM, UNHAS, USU dan sebagainya, atau perguruan tinggi swasta yang berafiliasi ke salah satu perguruan tinggi yang telah berhak memberikan gelar Akuntan. Selain itu juga bisa mengikuti Ujian Nasional Akuntansi (UNA) yang diselenggarakan oleh konsorsium Pendidikan Tinggi Ilmu Ekonomi yang didirikan dengan SK Mendikbud RI tahun 1976.

    Kewajiban Perusahaan melaksanakan Pembukuan/Akuntansi di Indonesia
    Mengapa Perusahaan diwajibkan melakukan pembukuan/akuntansi? Di Indonesia kewajiban melakukan pembukuan setiap perusahaan didasarkan pada Kitab Undang Undang Hukum Dagang (KUHD) pasal 6, yang berbunyi: Tiap-tiap orang yang melakukan/menjalankan perusahaan menyelenggarakan pembukuan perusahaan, sehingga diketahui segala hak dan kewajibannya

    Tujuan yang akan dicapai adalah untuk mendapatkan informasi informasi tentang transaksi keuangan dan transaksi barang agar dapat ditentukan dengan tepat kebijaksanaan selanjutnya. Selain KUHD pasal 6, juga UU Pajak tahun 2000 pasal 28 ayat 1 - 12 yang mewajibkan perusahaan menyelenggarakan pembukuan perusahaan, sehingga diketahui hak dan kewajibannya.
    Pembukuan yang baik memudahkan pengusaha menghitung laba rugi dan menentukan besarnya pajak yang harus dibayar. Begitu pula pembukuan yang diselenggarakan dengan baik akan memungkinkan investor melakukan penilaian keadaan perusahaan apakah sehat atau tidak. Untuk menambah pemahaman Anda, dapat kembali melihat dan mempelajari ringkasan materi pelajaran berikut ini.

    Konsep Dasar Akuntansi
    Konsep dasar akuntansi suatu konsep yang berlaku secara umum tentang suatu asumsi, anggapan, pandangan maupun pendapat dalam menyajikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Seperti konsep kesatuan usaha, konsep harga perolehan, konsep kesinambungan, dan sebagainya. Baiklah, untuk lebih jelasnya mari dilanjutkan beberapa contoh konsep dasar akuntansi.

    1) Konsep Kesatuan Usaha
    Dalam konsep kesatuan usaha ini, perusahaan merupakan suatu kesatuan ekonomi yang terpisah dari pihak yang berkepentingan dengan sumber perusahaan. Artinya keuangan perusahaan terpisah dari pemilik, terpisah dari keuangan karyawan dan terpisah pula dari keuangan pada direksi. Sehingga perusahaan dianggap sebagai satu kesatuan usaha.

    2) Konsep Harga Perolehan
    Artinya konsep ini adalah setiap transaksi pembelian satu barang harus dicatat sebesar harga perolehan tersebut. Contohnya, dibeli sebuah mesin seharga Rp. 9.500.000,00 sebelum operasi masih diperlukan biaya pemasangan Rp. 400.000,00 maka harga perolehan menjadi Rp. 9.900.000,00 (Rp.9.500.000,00 + Rp. 400.000,00). Sehingga nilai inilah yang dicatat dalam akuntansi. Harga perolehan adalah jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh satu unit barang atau jasa dalam pertukaran sampai barang tersebut siap dipakai.

    3) Konsep Kesinambungan
    Perusahaan dalam melakukan kegiatan usahanya, tentunya berupaya untuk melaksanakan kegiatan perusahaan secara berkesinambungan atau terus menerus. Dalam proses usaha itu, senantiasa dibuat laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan yang disusun secara berkala dapat dibandingkan sehingga diperoleh informasi tentang kemajuan atau kemunduran usaha. Dengan membandingkan laporan keuangan dari satu periode dengan periode lainnya dapat diperoleh suatu data yang pasti tentang naik turunnya pendapatan dan beban, sebagai dasar dalam membuat suatu kebijaksanaan untuk kemajuan perusahaan.

    4) Konsep Pengukuran dengan Uang
    Pengukuran dengan nilai uang artinya seluruh informasi utama dalam laporan keuangan itu diukur dengan satuan ukur uang, karena uang sudah umum digunakan untuk mengukur aktiva, kewajiban perusahaan serta perubahannya.

    5) Periode Akuntansi
    Kegiatan perusahaan dipisahkan dalam periode-periode. Penyajian informasi berupa laporan keuangan dibuat secara berkala akan membantu pihak yang berkepentingan dalam mengambil suatu keputusan. Misalnya per tahun, triwulan atau semesteran.

    6) Penetapan Beban dan Pendapatan
    Penetapan beban dan pendapatan perusahaan diakui dalam periode yang bersangkutan, sehingga beban dan pendapatan yang terjadi benar-benar sudah direalisasi. Perhitungan laba/rugi yang dilaporkan menggambarkan keadaan yang sebenarnya dalam suatu periode tertentu.

    Daftar Pustaka
    Yusuf haryono, Dasar-dasar Akuntansi, Edisi keempat, Yogyakarya: BP Ilmu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, 1992.


    sumber : http://www.gudang-info.com/

    Klick «« Artikel Selengkapnya »»

    Sepuluh standard auditing

    a. Standar Umum
    1. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor
    2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor
    3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama
    b. Standar Pekerjaan Lapangan
    1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus di supervisi dengan semestinnya
    2. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan
    3. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan , pengajuan pertanyaan , dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.
    c. Standar Pelaporan
    1. Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
    2. Laporan audit harus menunjukkan keadaan yang didalam prinsip akuntansi tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dalam hubungannya dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam periode sebelumnya.
    3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit
    4. Laporan audit harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan
    sumber : http://ariqreload.blogspot.com
    Klick «« Artikel Selengkapnya »»

    Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi

    Akuntansi telah didefinisikan sebagai, oleh Profesor Akuntansi di University of Michigan William A Paton memiliki satu fungsi dasar: "memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan ekonomi. Fungsi ini terkait erat dengan dua fase: 1) mengukur dan arraying data ekonomi; dan 2 ) mengkomunikasikan hasil proses ini kepada pihak yang berkepentingan". Inilah Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi.

    Sebagai contoh, sebuah perusahaan akuntan secara berkala mengukur laba dan rugi selama satu bulan, seperempat atau tahun fiskal dan mempublikasikan hasil-hasil ini dalam sebuah pernyataan laba rugi itu disebut laporan laba rugi. Pernyataan ini meliputi unsur-unsur seperti piutang (apa yang berhutang kepada perusahaan) dan utang dagang (perusahaan apa yang berutang). Ini juga bisa sangat rumit dengan subyek seperti laba ditahan dan depresiasi dipercepat. Ini pada tingkat yang lebih tinggi akuntansi dan dalam organisasi.

    Banyak akuntansi meskipun, juga berkaitan dengan pembukuan dasar. Ini adalah proses yang mencatat setiap transaksi; setiap tagihan dibayar, setiap sen berutang, setiap dolar dan sen menghabiskan dan diakumulasikan.

    Tapi para pemilik perusahaan, yang dapat individu pemilik atau jutaan pemegang saham yang paling berkaitan dengan ringkasan dari transaksi ini, yang terkandung dalam laporan keuangan. Meringkas laporan keuangan aset perusahaan. Nilai aset adalah apa biaya ketika pertama kali diperoleh. Laporan keuangan juga mencatat apa sumber aset itu. Beberapa aset dalam bentuk pinjaman yang harus dibayar kembali. Keuntungan juga merupakan aset bisnis.

    Dalam apa yang disebut double-entry pembukuan, kewajiban juga diringkas. Jelas, sebuah perusahaan ingin menunjukkan jumlah yang lebih tinggi untuk mengimbangi aset kewajiban dan menunjukkan keuntungan. Pengelolaan kedua elemen adalah inti dari akuntansi.

    Ada sistem untuk melakukan hal ini; tidak setiap perusahaan atau individu dapat merancang sistem mereka sendiri untuk akuntansi; hasilnya akan kekacauan!

    sumber : http://zonaakuntansi.blogspot.com
    Klick «« Artikel Selengkapnya »»

    Dasar-Dasar Akuntansi

    Pengertian Dan Prinsip Akuntansi

    Akuntansi berkaitan dengan cara-cara atau teknik pencatatan, penggolongan,
    merangkum, dan melaporkan transaksi keuangan suatu perusahaan/organisasi dalam periode tertentu yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dan penilaian kinerja. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan paparan mengenai kegiatan-kegiatan akuntansi tersebut di atas, prinsip akuntansi, laporan keuangan dan analisisnya. Rasanya sulit merangkum semua paparan dalam suatu tulisan pendek, tapi fokus dari tulisan ini adalah mencoba memberikan pedoman umum mengenai akuntansi dan bagaimana membaca kinerja suatu perusahaan/organisasi yang tercermin dalam laporan keuangannya.

    Apa sebenarnya perbedaan antara pembukuan dan akuntansi?
    1. Pembukuan: hanya kegiatan pencatatan dari kejadian ekonomi/transaksi bisnis (salah satu dari proses akuntansi)
    2. Akuntansi: melibatkan seluruh proses akuntansi (pencatatan, penggolongan, peringkasan, penyiapan laporan keuangan)
    Siklus, persamaan, dan metode pencatatan Akuntansi

    Pada prinsipnya siklus akuntansi dimulai dari adanya transaksi bisnis (business
    transaction) dan penyiapan dokumen yang berkaitan dengan transaksi tersebut (documents of source). Dari dokumen ini kita melakukan penjurnalan dan penggolongan (posting) ke dalam buku besar (general ledger) sesuai dengan jenis transaksinya. Dari buku besar, kita melakukan kompilasi ke neraca percobaan (trial balance). Neraca percobaan merupakan sumber untuk membuat laporan keuangan (financial statement) dalam bentuk laporan laba-rugi dan neraca.


    Ilustrasi Proses Akuntansi

    Jurnal (Journal)
    Jurnal bisa berbentuk dua-kolom ataupun multi-kolom. Kegunaannya sama, dan keduanya memuat debit dan kredit. Perbedaannya hanya pada layout-nya. Jurnal dua-kolom digunakan untuk jurnal umum. Multi-kolom umumnya digunakan untuk pengeluaran/penerimaan kas, karena satu kolom untuk kredit/debit yang selalu sama dan kolom-kolom lainnya adalah biaya/sumber penerimaan yang bermacam-macam.

    Laporan keuangan

    Laporan Keuangan memberikan informasi mengenai kinerja keuangan yang meliputi laporan laba-rugi, neraca, dam laporan arus kas, yang berguna dalam pengambilan keputusan. Tujuan pembuatan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi mengenai prospek arus kas, kondisi keuangan, kinerja dan laba, dan pembiayaan. Disamping itu, laporan keuangan dapat digunakan untuk membuat keputusan dan menilai kinerja manajemen.
    Klick «« Artikel Selengkapnya »»
     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved by Akuntansi Komputer | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.